LeBron James All-Star ke-22 Sebagai Reserve. LeBron James resmi terpilih sebagai pemain All-Star NBA untuk ke-22 kalinya dalam kariernya, kali ini sebagai reserve Wilayah Timur. Pengumuman yang dirilis akhir Januari 2026 ini menambah satu catatan bersejarah lagi pada resume pria berusia 41 tahun tersebut. Dengan pemilihan ini, LeBron melampaui rekor sebelumnya dan kini menjadi pemain dengan penampilan All-Star terbanyak sepanjang sejarah liga, mengungguli Kareem Abdul-Jabbar yang sebelumnya memegang rekor 19 kali. Meski bukan starter seperti 20 penampilan sebelumnya, status reserve tidak mengurangi makna pencapaian ini. Di musim yang sudah memasuki fase akhir karier, LeBron masih menunjukkan bahwa ia tetap menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dan dicintai di NBA. REVIEW FILM
Konsistensi Luar Biasa di Musim 2025-2026: LeBron James All-Star ke-22 Sebagai Reserve
Musim ini LeBron bermain dengan beban menit yang jauh lebih terkontrol dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, rata-rata sekitar 33 menit per laga. Meski begitu, produktivitasnya tetap berada di level elite: sekitar 24 poin, 7,5 rebound, dan 8,2 assist per pertandingan dengan field goal percentage di atas 51% dan three-point percentage mendekati 38%. Angka tersebut menunjukkan bahwa meski usianya sudah 41 tahun, kemampuan membaca permainan, visi passing, dan finishing di rim masih sangat tajam.
LeBron juga tetap menjadi pemimpin lapangan bagi Los Angeles Lakers. Ia sering menjadi penutup kuarter krusial, baik lewat drive keras, assist akurat, maupun tembakan clutch dari luar. Yang lebih mengesankan, ia mampu menjaga efisiensi tinggi meski Lakers mengandalkan lineup yang lebih muda dan cepat. Peran sebagai playmaker utama membuatnya tetap relevan di era permainan yang semakin mengutamakan spacing dan transisi cepat.
Pemilihan sebagai reserve kali ini juga mencerminkan perubahan dinamika voting. Starter dipilih lebih banyak melalui suara penggemar, sementara reserve ditentukan oleh kombinasi suara pemain, pelatih, dan media. Fakta bahwa LeBron masih mendapat tempat di daftar tersebut membuktikan penghargaan dari sesama pemain dan pelatih atas pengaruh serta standar profesionalismenya yang konsisten.
Makna Historis dan Warisan yang Terus Bertambah: LeBron James All-Star ke-22 Sebagai Reserve
All-Star ke-22 ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa LeBron telah mempertahankan level performa tertinggi selama lebih dari dua dekade di liga yang semakin kompetitif dan fisik. Dari musim rookie 2003 hingga 2026, ia telah menjadi All-Star di setiap musim yang ia mainkan penuh—tidak ada satu pun musim yang terlewat karena cedera panjang atau penurunan performa drastis. Rekor ini jauh melampaui era sebelumnya di mana pemain jarang bertahan lama di level superstar.
Pencapaian ini juga menambah dimensi baru pada debat GOAT. Bagi pendukung LeBron, All-Star ke-22 memperkuat argumen bahwa konsistensi dan umur panjangnya tidak tertandingi. Bahkan di usia yang seharusnya sudah menurun drastis, ia masih mampu bersaing dengan generasi baru seperti Victor Wembanyama, Anthony Edwards, dan Shai Gilgeous-Alexander. Di sisi lain, status reserve kali ini juga menjadi simbol bahwa era baru telah dimulai—meski LeBron masih sangat dominan, suara penggemar mulai berpindah ke wajah-wajah muda.
Bagi Lakers, kehadiran LeBron di All-Star tetap menjadi nilai jual besar. Meski tim belum berada di posisi teratas Wilayah Barat, kemampuan LeBron menjaga level tinggi membantu menjaga ekspektasi dan daya tarik franchise.
Kesimpulan
All-Star ke-22 sebagai reserve bukan akhir dari dominasi LeBron James, melainkan babak baru yang memperlihatkan betapa luar biasanya umur panjang dan adaptasinya di NBA. Di usia 41 tahun, ketika kebanyakan pemain sudah pensiun atau turun drastis, LeBron masih menjadi pilihan utama para pemain, pelatih, dan media sebagai salah satu yang terbaik di liga. Rekor ini bukan hanya soal statistik atau voting—ini adalah penghargaan atas dedikasi, kecerdasan bola basket, dan pengaruh yang ia berikan selama 23 musim. Saat ia bersiap tampil di All-Star Game 2026, dunia basket sekali lagi diingatkan bahwa LeBron bukan sekadar pemain hebat, melainkan fenomena yang terus menulis sejarah. Bagi penggemar, ini adalah momen untuk mengapresiasi: salah satu karier paling luar biasa dalam olahraga masih berlangsung, dan mungkin belum selesai. Selamat, King—All-Star ke-22 dari yang mungkin masih bertambah lagi.