Charles Barkley Membuat Pesan Pedas Untuk LeBron James. NBA kembali diramaikan oleh pernyataan tajam dari legenda basket Charles Barkley, yang kali ini mengarahkan kritik pedas kepada bintang Los Angeles Lakers, LeBron James. Dalam wawancara di Bet MGM Network pada Agustus 2025, Barkley menyatakan bahwa LeBron, yang kini berusia 40 tahun, harus menerima kenyataan bahwa Lakers kini adalah timnya Luka Doncic, dan ia mungkin perlu pindah untuk mengejar gelar juara lagi. Komentar ini memicu perbincangan sengit, terutama karena LeBron masih tampil impresif meski berada di penghujung karirnya. Artikel ini akan mengulas siapa Charles Barkley, pesan pedas yang ia sampaikan, dan bagaimana tanggapan LeBron atas kritik tersebut. BERITA BOLA
Siapa Itu Charles Barkley
Charles Barkley, lahir di Leeds, Alabama, pada 20 Februari 1963, adalah mantan pemain NBA dan anggota Naismith Basketball Hall of Fame. Dengan tinggi 1,98 meter, ia dikenal sebagai power forward yang eksplosif meski bertubuh relatif pendek untuk posisinya. Dijuluki “Sir Charles”, ia bermain 16 musim di NBA untuk Philadelphia 76ers, Phoenix Suns, dan Houston Rockets, meraih gelar MVP 1993 dan 11 kali terpilih sebagai All-Star. Meski tidak pernah memenangkan gelar NBA, Barkley membawa Suns ke Final NBA 1993. Setelah pensiun pada 2000, ia menjadi analis di Inside the NBA TNT, terkenal karena komentarnya yang blak-blakan dan kontroversial. Hingga 2025, Barkley tetap menjadi figur berpengaruh, dengan pendapatnya sering memicu diskusi di kalangan penggemar dan pemain.
Pesan Pedas Apa Yang Diberikannya Untuk LeBron James
Dalam wawancara di Bet MGM Network pada 28 Agustus 2025, Barkley menyampaikan pandangan keras bahwa LeBron James harus move on dari Lakers karena tim kini berfokus pada Luka Doncic sebagai pemimpin masa depan. “LeBron harus pergi suatu saat nanti. Sudah jelas, dia di akhir karirnya. Tim ini sekarang milik Luka,” kata Barkley. Ia menambahkan bahwa Lakers belum meraih kesuksesan besar dalam empat tahun terakhir, meski LeBron tetap mencatatkan statistik luar biasa, seperti 24,4 poin, 8,2 assist, dan 7,8 rebound per game di musim 2024/25. Barkley juga menyinggung bahwa Lakers menghadapi tantangan berat di Wilayah Barat melawan tim seperti Oklahoma City Thunder, Houston Rockets, dan Denver Nuggets, yang memiliki inti pemain muda dan bintang papan atas seperti Shai Gilgeous-Alexander, Kevin Durant, dan Nikola Jokic. Menurut Barkley, LeBron, yang masih mengejar gelar kelima, mungkin tidak lagi menjadi pusat rencana Lakers, dan kepindahan ke tim lain seperti Golden State Warriors atau New York Knicks bisa memberinya peluang juara yang lebih realistis.
Apa Jawaban LeBron James Atas Pesan Charles Barkley Tersebut
LeBron James, yang dikenal jarang menanggapi kritik secara langsung, memilih untuk merespons dengan nada diplomatis namun tegas dalam konferensi pers menjelang laga pramusim Lakers melawan Warriors pada 15 Oktober 2025. “Saya menghormati Charles sebagai legenda, tapi dia tidak di ruang ganti kami. Dia tidak tahu apa yang terjadi di sini,” ujar LeBron. Ia menegaskan bahwa hubungannya dengan Luka Doncic baik-baik saja, dengan keduanya saling belajar untuk membangun chemistry demi kesuksesan Lakers. LeBron juga menyinggung bahwa ia masih mampu bersaing di level tertinggi, merujuk pada pencapaiannya sebagai pemain pertama yang mencetak 40 poin di usia 40 tahun. Meski begitu, ia tidak menampik rumor tentang masa depannya, menyatakan bahwa fokusnya saat ini adalah membantu Lakers bersaing di playoff dan mendampingi Doncic sebagai pemimpin baru. Tanggapan ini mencerminkan kematangan LeBron, yang lebih memilih membuktikan kemampuannya di lapangan ketimbang terlibat dalam perang kata-kata dengan Barkley, meski keduanya memiliki sejarah ketegangan sejak 2017, ketika LeBron menyebut Barkley “hater” atas kritik terhadap kepemimpinannya di Cavaliers.
Kesimpulan: Charles Barkley Membuat Pesan Pedas Untuk LeBron James
Pernyataan pedas Charles Barkley kepada LeBron James menambah panas diskusi tentang masa depan sang superstar di Los Angeles Lakers. Sebagai analis yang terkenal blak-blakan, Barkley menyoroti realitas bahwa Lakers kini bertransisi menuju era Luka Doncic, mendorong LeBron untuk mempertimbangkan langkah karir berikutnya. Tanggapan LeBron yang tenang namun tegas menunjukkan fokusnya pada performa di lapangan dan harmoni tim, sekaligus membuktikan bahwa ia masih relevan meski berusia 40 tahun. Drama ini menggarisbawahi dinamika kompleks antara legenda masa lalu dan bintang masa kini, dengan Barkley yang terus menantang dan LeBron yang tetap tenang di bawah tekanan. Bagi penggemar, perseteruan ini menjadi pengingat bahwa NBA bukan hanya tentang aksi di lapangan, tetapi juga narasi emosional dan opini yang membentuk cerita liga. Dengan musim 2025/26 yang segera dimulai, semua mata tertuju pada LeBron untuk melihat apakah ia bisa membungkam kritik Barkley dengan prestasi di playoff.