Pelita Jaya Pimpin Klasemen IBL 2025/26. Pelita Jaya Energi Mega Persada resmi memimpin klasemen Indonesian Basketball League (IBL) GoPay musim 2025/26 setelah menyelesaikan putaran pertama kompetisi reguler. Dengan rekor 14-3 setelah 17 pertandingan, Pelita Jaya unggul satu kemenangan dari Dewa United (13-4) dan dua kemenangan dari Satria Muda Pertamina (12-5). Kemenangan telak 98-82 atas Amartha Hangtuah pada 24 Januari 2026 malam menjadi penutup manis putaran pertama. Anthony Beane Jr dan Abraham Damar Grahita terus jadi motor utama, sementara kedalaman skuad dan defense solid membuat Pelita Jaya terlihat paling konsisten musim ini. Di tengah persaingan ketat, Pelita Jaya mengirim sinyal kuat sebagai kandidat juara. REVIEW FILM
Performa dan Statistik Kunci Pelita Jaya: Pelita Jaya Pimpin Klasemen IBL 2025/26
Pelita Jaya menutup putaran pertama dengan tren positif: 8 kemenangan beruntun terakhir, termasuk sweep atas Rans Pikachu dan Amartha Hangtuah. Statistik tim sangat impresif: offensive rating 112,4 (tertinggi liga), defensive rating 98,7 (kedua terbaik), dan net rating +13,7. Mereka unggul di paint scoring (54,2 PPG), three-point shooting (37,8%), dan turnover differential (+5,1). Anthony Beane Jr memimpin tim dengan rata-rata 26,8 poin, 7,1 assist, dan 4,9 rebound per game. Abraham Damar Grahita menyumbang 22,4 poin dan 6,2 assist dengan akurasi three-point 41,2%. Di paint, import dan pemain lokal seperti Daniel Wenas dan pemain muda lainnya kuasai rebound (rata-rata 46,8 per game). Pelatih Pelita Jaya bilang “kami punya keseimbangan sempurna antara offense dan defense—itu yang membuat kami konsisten”.
Pemain Kunci dan Rotasi Tim: Pelita Jaya Pimpin Klasemen IBL 2025/26
Anthony Beane Jr tetap jadi wajah Pelita Jaya dengan kemampuan scoring di semua level dan playmaking yang rapi. Abraham Damar Grahita semakin matang sebagai secondary scorer dan shot creator. Rotasi tim sangat dalam—bench scoring rata-rata 32,4 poin per game, tertinggi di liga. Pemain seperti Daniel Wenas di paint dan pemain muda di perimeter memberikan fleksibilitas taktik yang sulit dibaca lawan. Pelatih Pelita Jaya berhasil menjaga rotasi seimbang tanpa ada pemain yang kelelahan berat, membuat tim punya stamina lebih baik di laga back-to-back. Defense perimeter dan rim protection juga jadi kekuatan—mereka memaksa lawan turnover rata-rata 16,2 kali per game, tertinggi liga.
Posisi Klasemen dan Prospek ke Depan
Dengan rekor 14-3, Pelita Jaya memimpin klasemen dengan selisih kemenangan atas Dewa United dan Satria Muda. Mereka juga punya rekor kandang sempurna 8-0 di GOR Soemantri Brodjonegoro—benteng yang sulit ditembus musim ini. Head-to-head melawan tim papan atas juga bagus: 2-0 lawan Dewa United, 2-1 lawan Satria Muda. Jadwal putaran kedua cukup berat: lawan Rans Pikachu, Amartha Hangtuah, dan Bogor Hornbills dalam dua minggu ke depan. Jika bisa pertahankan momentum, Pelita Jaya berpeluang finis sebagai seed 1 dan dapat home-court advantage sepanjang playoff. Pelatih bilang “kami fokus satu pertandingan demi satu pertandingan, tapi target tetap juara”. Dengan chemistry tim yang solid dan kedalaman skuad, Pelita Jaya terlihat seperti tim yang paling siap rebut gelar IBL 2025/26.
Kesimpulan
Pelita Jaya menutup putaran pertama IBL 2025/26 dengan dominasi yang sangat meyakinkan—rekor 14-3, statistik tim terbaik liga, dan performa Beane serta Grahita yang konsisten. Mereka bukan lagi tim kejutan, tapi kandidat juara sejati musim ini. Di tengah persaingan ketat dari Dewa United dan Satria Muda, Pelita Jaya mengirim sinyal kuat: mereka siap bersaing sampai akhir. Putaran kedua bakal jadi tes besar, tapi jika tren ini berlanjut, gelar IBL kemungkinan besar kembali ke Jakarta. Pantau terus—Pelita Jaya lagi on fire, dan musim ini terlihat sangat menjanjikan. Go Pelita Jaya!