Terance Mann Sedang di Masa Prime Bermain Basketnya. Terance Mann, guard Los Angeles Clippers, menjadi sorotan di awal musim NBA 2025/2026 setelah tampil luar biasa dalam dua laga pembuka melawan Denver Nuggets dan Phoenix Suns. Dengan rata-rata 22,5 poin, 6,5 rebound, dan 4 assist per game, Mann membantu Clippers memulai musim dengan rekor 2-0, menandakan kebangkitan tim pasca-kepergian Paul George. Dalam wawancara pasca-pertandingan pada 27 Agustus 2025, Mann dengan percaya diri menyatakan bahwa ia sedang berada di “masa prime” dalam kariernya. Pernyataan ini memicu antusiasme fans Clippers, yang melihatnya sebagai pilar baru tim di samping Kawhi Leonard dan James Harden. Apa yang membuat Mann begitu bersinar, dan mengapa ia yakin sedang di puncak performanya? Artikel ini akan mengupasnya secara ringkas. BERITA BOLA
Siapa Terance Mann
Terance Mann adalah pemain basket profesional berusia 29 tahun, lahir di Brooklyn, New York, pada 18 Oktober 1996. Ia bermain sebagai shooting guard untuk Los Angeles Clippers, di mana ia telah berada sejak draft 2019 sebagai pilihan ke-48. Sebelum masuk NBA, Mann bersinar di Florida State University, membantu tim mencapai Sweet 16 di NCAA Tournament 2018. Dikenal sebagai pemain serba bisa, Mann memulai kariernya di Clippers sebagai role player, sering keluar dari bangku cadangan untuk memberikan energi di sisi pertahanan dan serangan. Ia mendapatkan perhatian nasional selama playoff 2021, khususnya di Game 6 melawan Utah Jazz, di mana ia mencetak 39 poin untuk membawa Clippers ke Final Wilayah Barat pertama dalam sejarah klub. Sejak saat itu, Mann terus berkembang, menjadi starter reguler pada musim 2024/2025 dengan kontrak tiga tahun senilai $47 juta yang ditandatangani pada Oktober 2024. Di luar lapangan, Mann aktif dalam kegiatan amal melalui Mann Family Foundation, fokus pada pendidikan anak-anak di komunitas kurang mampu.
Sehebat Apa Pemain Terance Mann Ini
Kemampuan Mann di lapangan terletak pada fleksibilitasnya. Dengan tinggi 1,96 meter, ia mampu bermain sebagai guard atau small forward, memberikan kontribusi di kedua sisi lapangan. Musim lalu, ia mencatatkan rata-rata 14,2 poin, 5,3 rebound, dan 2,9 assist per game, dengan akurasi tembakan 51,6% dari lapangan dan 39,1% dari tiga angka. Di laga pembuka musim 2025/2026 melawan Nuggets, Mann mencetak 24 poin, termasuk empat tembakan tiga angka, dan menjaga Jamal Murray di bawah 15 poin dengan pertahanan ketat. Melawan Suns, ia menambah 21 poin dan tujuh rebound, menunjukkan kemampuan menyerangnya dari berbagai posisi. Mann juga dikenal dengan hustle plays—berebut bola lepas dan diving untuk bola—yang membuatnya dicintai fans Clippers. Kemampuan bertahannya, dengan rata-rata 1,2 steal per game musim lalu, menjadikannya andalan pelatih Tyronn Lue untuk menjaga guard lawan seperti Devin Booker atau Shai Gilgeous-Alexander. Kombinasi etos kerja, atletisme, dan peningkatan tembakan tiga angkanya membuatnya menjadi pemain dua arah yang ideal untuk Clippers.
Kenapa Dia Menyebutkan Dirinya Sedang di Masa Primenya
Dalam wawancara pasca-pertandingan melawan Suns pada 27 Agustus 2025, Mann menyatakan bahwa ia merasa sedang di “masa prime” karena kombinasi kebugaran fisik, kepercayaan diri, dan peran yang lebih besar di tim. Setelah kepergian Paul George ke Philadelphia 76ers, Mann mengisi kekosongan di posisi small forward, menjadi starter penuh waktu bersama Kawhi Leonard dan James Harden. Ia menyebutkan bahwa latihan musim panas yang intens, termasuk kerja sama dengan pelatih tembakan Bob Thate, telah meningkatkan akurasi tembakannya, terutama dari jarak jauh. Mann juga merasa lebih nyaman dalam sistem Tyronn Lue, yang memberinya kebebasan untuk mengatur serangan dan mengambil lebih banyak tembakan. “Saya merasa ini saatnya saya menunjukkan siapa saya sebenarnya,” katanya, menyoroti usia 29 sebagai puncak kombinasi antara pengalaman dan kondisi fisik. Selain itu, kehadiran Norman Powell dan Ivica Zubac di starting lineup memberi Mann ruang untuk mengeksploitasi pertahanan lawan, seperti terlihat saat ia mencetak 10 poin di kuarter keempat melawan Suns untuk mengamankan kemenangan 112-108. Kepercayaan dari rekan-rekan dan pelatih, ditambah statistik impresifnya di awal musim, mendukung klaimnya bahwa ia sedang berada di puncak kariernya.
Kesimpulan: Terance Mann Sedang di Masa Prime Bermain Basketnya
Terance Mann sedang menikmati momen terbaik dalam kariernya, membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar role player dengan performa gemilang di awal musim NBA 2025/2026. Dengan kemampuan dua arah, peningkatan tembakan, dan peran yang lebih besar di Clippers, Mann layak menyebut dirinya sedang di masa prime. Kontribusinya di lapangan, baik dalam mencetak poin maupun menjaga lawan, menjadikannya pilar penting bagi ambisi playoff Clippers. Jika ia mempertahankan level ini, Mann berpotensi menjadi All-Star dan membantu Clippers bersaing di Wilayah Barat yang kompetitif. Bagi fans Clippers, kebangkitan Mann adalah angin segar, dan perjalanannya di musim ini akan menjadi salah satu cerita menarik untuk diikuti.